D’Academy Asia 6 telah berakhir, dan juara ketiga dari Filipina, Kier King, berhasil mencapai prestasi gemilang itu setelah melewati berbagai rintangan. Kier King berbagi kisah tentang perjuangannya selama berkompetisi di D’Academy Asia 6 dan juga tentang hubungannya dengan para peserta lain.
Kier King, peserta asal Filipina dalam D’Academy Asia 6, meraih juara ketiga dengan total dukungan sebanyak 1547 suara. Namun, sebelum mencapai kesuksesan tersebut, mari kita lihat perjalanan karirnya hingga akhirnya menjadi salah satu juara di D’Academy Asia 6.
Kier King memulai karirnya di dunia hiburan sejak usia 11 tahun dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi di Filipina. Selain itu, dia juga memiliki pengalaman dalam berakting di film dan serial televisi.
Cinta Kier King terhadap musik memiliki akar dari kedua orangtuanya.
“Semua bermulai dari kedua orangtuaku karena ayah dan ibuku suka bernyanyi,” ujar Kier King.
Menurutnya, bernyanyi adalah salah satu hobi utamanya, dan seringkali dia dan orangtuanya menikmati sesi karaoke bersama di rumah.
Salah satu alasan Kier King tertarik pada musik dangdut adalah karena ketika Hanna Precillas menjadi peserta D’Academy Asia 5. Kier King tidak pernah menyangka bahwa suatu hari dia akan menjadi perwakilan Filipina di ajang ini.
“Karena Hannah bilang padaku kalau ini sangat sulit,” ujarnya.
Sebelumnya, dia sering mendengarkan musik Bollywood, dan baru kemudian menyadari bahwa musik Bollywood dan musik dangdut memiliki kesamaan. Menurut Kier King, salah satu momen paling sulit dalam kompetisi ini adalah ketika seseorang harus pulang ke negaranya asal karena semua peserta di D’Academy Asia 6 merasa seperti keluarga dan memiliki hubungan yang erat satu sama lain.




