Duo yang tak asing lagi di telinga pencinta dangdut Tanah Air, Dara Ayu dan Bajol Ndanu, kembali hadir menyuguhkan karya terbaru mereka yang bertajuk Kalah Weton. Lagu ini langsung menyita perhatian publik, bukan hanya karena aransemen uniknya yang memadukan genre koplo dan sentuhan reggae, tapi juga karena liriknya yang menyentuh dan dekat dengan kenyataan banyak pasangan di Indonesia.
Kalah Weton, ciptaan Nur Mahfudz dan diaransemen oleh Mufly Key, mengangkat kisah pilu sepasang kekasih yang terpaksa berpisah karena tidak direstui orang tua. Alasan penolakan pun terbilang klasik namun nyata: weton mereka tidak cocok menurut perhitungan primbon Jawa. Tema ini jarang diangkat dalam lagu, namun sangat relevan di tengah masyarakat yang masih memegang kuat tradisi budaya.
Lirik-lirik seperti “Ngopo awak dewe mbiyen kepetuk, yen akhire ati iki seng diremuk” menyayat hati pendengarnya, menggambarkan perasaan kecewa dan pasrah dalam balutan cinta yang gagal karena hal di luar kendali mereka. Ditambah dengan irama koplo yang dilapisi nuansa reggae, suasana lagunya menjadi kontradiktif: riang namun menyimpan luka.
Visualisasi video klip yang sudah tayang di kanal BAJOL NDANU MANAGEMENT turut memperkuat emosi dari lagu ini. Alur cerita yang dibawakan begitu sederhana, namun mampu membungkus narasi dengan kuat.
Dara Ayu dan Bajol Ndanu memang tak pernah gagal memikat hati penikmat musik dangdut. Kalah Weton bukan sekadar lagu galau biasa, melainkan cermin dari realita yang banyak dialami generasi muda saat cinta harus tunduk pada tradisi.
